ICAIOS

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Previous Next
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
  • 11
  • 12
  • 13
  • 14
  • 15
ICAIOS Riset Kasus Perselisihan Lingkungan di Aceh Murdani Abdullah | 23 October 2014 - 20:45 pm   PUSAT Kajian Internasional tentang Aceh dan Kawasan Seputar Lautan India, atau yang lebih dikenal dengan nama International Centre for Aceh and Indian Ocean Studies (ICAIOS), telah melakukan riset berjudul usaha mencari konsensus terhadap pers... Read more
ICAIOS Rampungkan Riset Konsensus Lingkungan Ferdian Majni | Kamis, 23 Oktober 2014   AV-Banda Aceh: Pusat kajian International Centre for Aceh and Indian Ocean Studies (ICAIOS) melakukan riset konsensus terhadap perselisihan lingkungan di Aceh. Penelitian dan pengumpulan data berlangsung di lima kabupaten seperti Aceh Besar, Aceh Ja... Read more
ICAIOS Temukan Delapan Sengketa Lingkungan yang Diselesaikan ICAIOS Temukan Delapan Sengketa Lingkungan yang Diselesaikan Tommy | Kamis, 23 Oktober 2014 18:43 WIB BANDA ACEH – Hasil penelitian International Centre for Aceh and Indian Ocean Studies (ICAIOS) menemukan delapan sengketa lingkungan yang terdapat konsensus atau kesepakatan kedua belah pihak, sehingga tidak menempuh jalur hukum. Direktur ICAIOS, Saiful Ma... Read more
ICAIOS: Konflik Lingkungan Bisa Selesai dengan Konsensus Kantor Berita Radio Antero | Thursday, 23 October 2014 18:20 Sejumlah konflik yang terjadi dilingkungan masyarakat Aceh bisa diselesaikan secara kekeluargaan atau konsensus tanpa harus melibatkan penegak hukum, selain biayanya yang murah, penyelesaian konflik secara kekeluargaan cendrung lebih bert... Read more
Rangkaian Acara Konferensi ICAIOS V :: UIN Segera Aktifkan Hotel Kampusnya November Mendatang Rangkaian Acara Konferensi ICAIOS V :: UIN Segera Aktifkan Hotel Kampusnya November Mendatang    Rektor UIN, Farid Wajdi Ibrahim UIN Segera Aktifkan Hotel Kampusnya November Mendatang Zuhri Noviandi | 16 September 2014 Jaringanpelajaraceh – Banda Aceh,  Hotel kampus UIN Ar-Raniry yang sudah lama tidak terpakai, akan segera diaktifkan November mend... Read more
Rangkaian Acara Konferensi ICAIOS V :: Tokoh Dunia Bakal Evaluasi Pendidikan Aceh Rangkaian Acara Konferensi ICAIOS V :: Tokoh Dunia Bakal Evaluasi Pendidikan Aceh    Tokoh Dunia Akan Evaluasi Pendidikan Aceh 12 September 2014 [Ar-Raniry | Nat Riwat]  Sejumlah tokoh dunia dari 16 negara akan hadir pada konferensi internasional Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh yang akan dilaksanakan pada 17-18 November 2014 m... Read more
Rangkaian Acara Konferensi ICAIOS V :: Tokoh Dunia Akan Bicara tentang Pendidikan di Aceh Rangkaian Acara Konferensi ICAIOS V :: Tokoh Dunia Akan Bicara tentang Pendidikan di Aceh    Tokoh Dunia Akan Bicara tentang Pendidikan di Aceh  Salahudin Wahid | 12 September 2014 Banda Aceh, 12/9 (Antaraaceh) – Sejumlah tokoh dunia dari 16 negara akan berbicara tentang kemajuan pembangunan pendidikan Aceh setelah 10 tahun tsunami melanda provinsi ujung paling bara... Read more
Rangkaian Acara Konferensi ICAIOS V :: ICAIOS dan UIN Bakal Adakan Konferensi Internasional  V Rangkaian Acara Konferensi ICAIOS V :: ICAIOS dan UIN Bakal Adakan Konferensi Internasional V    ICAIOS dan UIN Bakal Adakan Konferensi Internasional  V Zuhri Noviandi | 11 September 2014 Jaringanpelajaraceh – Darussalam, International Centre for Aceh and Indian Ocean Studies bekerja sama dengan UIN Ar-Raniry dan Nanyang Technologica University, Singapore baka... Read more
Rangkaian Acara Konferensi ICAIOS V :: UIN Ar-Raniry Tuan Rumah Konferensi Internasional ICAIOS V Rangkaian Acara Konferensi ICAIOS V :: UIN Ar-Raniry Tuan Rumah Konferensi Internasional ICAIOS V      Saiful Mahdi (kiri), Farid Wajdi (tengah), Anton Widyanto(kanan) saat memberikan keterangan dalam konferensi pers Kamis 11 September 2014@istimewa  UIN Ar-Raniry Tuan Rumah Konferensi Internasional ICAIOS V Ihan Nurdin | 12 September 2014 Sejumlah ... Read more
Rangkaian Acara Konferensi ICAIOS V Rangkaian Acara Konferensi ICAIOS V Mahasiswa UIN Ar-Raniry Buat Film Dokumenter Melahirkan sebuah karya film dokumenter merupakan bukan pekerjaan mudah, dan ini banyak tantangan yang dihadapi di lapangan. Namun tantangan itu dapat diatasi dengan semangat dan keseriusan dalam melakukannya sehingga hasilnya juga akan memuaskan.Hal ini... Read more
ICAIOS Latih Membuat Game Online bagi Pelajar dan Mahasiswa LEMBAGA International Center for Aceh and Indian Ocean Studies (ICAIOS) menggelar pelatihan membuat game online bagi pelajar dan mahasiswa. Pelatihan yang diberi tema “Aceh Cloud and Mobile Gaming 2014” ini berlangsung di aula Arun Family Club (AFC), Sabtu 12 April 2014. “Kegiatan pelatihan ini bert... Read more
Siswa di Aceh Dilatih Cara Bikin Game Online Siswa di Aceh Dilatih Cara Bikin Game Online BANDA ACEH - Puluhan siswa di Aceh dilatih membuat game online agar mereka handal dalam menjajaki industri online dan mobile gaming yang kini sangat menjanjikan. Peserta juga diajari cara mendirikan industri itu dan meraup pendapatannya.Pelatihan digelar International Center for Aceh and Indian Ocea... Read more
MIT Gelar Pelatihan Merancang Games dan Wirausaha SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Komunitas Masyarakat Informasi dan Teknologi (MIT) yang berbasis di Banda Aceh menggelar pelatihan membuat game dan wirausaha bidang industri game. Pelatihan bernama Cloud & Mobile Gaming Bootcamp 2014 ini diadakan pada 17-20 April 2014 mendatang bertempat di Aula B... Read more
Aceh Memiliki Peran Penting Dalam Islamisasi Wilayahnya Aceh Memiliki Peran Penting Dalam Islamisasi Wilayahnya Aceh memiliki peran penting dalam Islamisasi wilayahnya Istanbul - Mehmet Özay mengulas 3 Buku ICAIOS tentang Aceh. Masing-masing karya-karya ini, yang dengan sendirinya layak untuk dipertimbangkan bersama-sama, Özay lebih memilih untuk menawarkan perspektif yang luas. Buku-buku yang diulas yaitu; ... Read more
Komunitas Peduli Darussalam Bersihkan & Hijaukan Lapangan Tugu Komunitas Peduli Darussalam Bersihkan & Hijaukan Lapangan Tugu Komunitas Peduli Darussalam Bersihkan & Hijaukan Lapangan TuguSenin, 28 Januari 2013 03:26 WIBBanda Aceh - International Centre for Aceh and Indian Ocean Studies (ICAIOS) kembali gelar “Go Clean dan Go Green” berkolaborasi dengan Komunitas Peduli Darussalam (KPD) dan Ikatan Alumni Timur Tengah (... Read more

NEW The 5th International Conference on Aceh and Indian Ocean Studies 2014

ICAIOS Riset Kasus Perselisihan Lingkungan di Aceh

E-mail Print PDF
Murdani Abdullah | 23 October 2014 - 20:45 pm
 
PUSAT Kajian Internasional tentang Aceh dan Kawasan Seputar Lautan India, atau yang lebih dikenal dengan nama International Centre for Aceh and Indian Ocean Studies (ICAIOS), telah melakukan riset berjudul usaha mencari konsensus terhadap perselisihan lingkungan di Aceh. Riset ini mendapat dukungan dana dari Toyota Foundation Jepang.

Riset ini dipimpin langsung oleh Direktur ICAIOS, Dr. Saiful Mahdi, M.Sc, dan Dr. Arskal Salim, peneliti dan staf pengajar di University of Western Sydney, Australia dengan melibatkan peneliti-peneliti di Aceh seperti Sehat Ihsan Sadiqin dan Muhajir Al Fairusy dari UIN Ar-Raniry, Rizanna Rosemary dari Unsyiah, serta Shaummil Hadi, Dara Aldila, Zakiyah, dan M. Nizar dari Aceh Climate Change Studies (ACCeS).

ACCeS adalah kelompok peneliti lingkungan yang menampung alumni pelatihan riset tentang Perubahan Iklim dan Kemiskinan yang dialakukan ICAIOS bersama Ford Foundation dan UNDP Unit Lingkungan pada tahun 2009-2010.

Saiful Mahdi dalam rilisnya mengatakan penelitian dan pengumpulan data di lapangan berlangsung di 5 Kabupaten di Aceh, seperti Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Barat, Aceh Utara, dan Bener Meriah dengan 8 studi kasus, yakni kasus pembangunan konsensus dari berbagai konflik lingkungan yang terjadi di wilayah tersebut. [Read More][Cached]

PUSAT Kajian Internasional tentang Aceh dan Kawasan Seputar Lautan India, atau yang lebih dikenal dengan nama International Centre for Aceh and Indian Ocean Studies (ICAIOS), telah melakukan riset berjudul usaha mencari konsensus terhadap perselisihan lingkungan di Aceh. Riset ini mendapat dukungan dana dari Toyota Foundation Jepang.

Riset ini dipimpin langsung oleh Direktur ICAIOS, Dr. Saiful Mahdi, M.Sc, dan Dr. Arskal Salim, peneliti dan staf pengajar di University of Western Sydney, Australia dengan melibatkan peneliti-peneliti di Aceh seperti Sehat Ihsan Sadiqin dan Muhajir Al Fairusy dari UIN Ar-Raniry, Rizanna Rosemary dari Unsyiah, serta Shaummil Hadi, Dara Aldila, Zakiyah, dan M. Nizar dari Aceh Climate Change Studies (ACCeS).

ACCeS adalah kelompok peneliti lingkungan yang menampung alumni pelatihan riset tentang Perubahan Iklim dan Kemiskinan yang dialakukan ICAIOS bersama Ford Foundation dan UNDP Unit Lingkungan pada tahun 2009-2010.

- See more at: http://atjehpost.co/articles/read/13437/ICAIOS-Riset-Kasus-Perselisihan-Lingkungan-di-Aceh#sthash.gyy8PbMR.dpuf

PUSAT Kajian Internasional tentang Aceh dan Kawasan Seputar Lautan India, atau yang lebih dikenal dengan nama International Centre for Aceh and Indian Ocean Studies (ICAIOS), telah melakukan riset berjudul usaha mencari konsensus terhadap perselisihan lingkungan di Aceh. Riset ini mendapat dukungan dana dari Toyota Foundation Jepang.

Riset ini dipimpin langsung oleh Direktur ICAIOS, Dr. Saiful Mahdi, M.Sc, dan Dr. Arskal Salim, peneliti dan staf pengajar di University of Western Sydney, Australia dengan melibatkan peneliti-peneliti di Aceh seperti Sehat Ihsan Sadiqin dan Muhajir Al Fairusy dari UIN Ar-Raniry, Rizanna Rosemary dari Unsyiah, serta Shaummil Hadi, Dara Aldila, Zakiyah, dan M. Nizar dari Aceh Climate Change Studies (ACCeS).

ACCeS adalah kelompok peneliti lingkungan yang menampung alumni pelatihan riset tentang Perubahan Iklim dan Kemiskinan yang dialakukan ICAIOS bersama Ford Foundation dan UNDP Unit Lingkungan pada tahun 2009-2010.

- See more at: http://atjehpost.co/articles/read/13437/ICAIOS-Riset-Kasus-Perselisihan-Lingkungan-di-Aceh#sthash.gyy8PbMR.dpuf

PUSAT Kajian Internasional tentang Aceh dan Kawasan Seputar Lautan India, atau yang lebih dikenal dengan nama International Centre for Aceh and Indian Ocean Studies (ICAIOS), telah melakukan riset berjudul usaha mencari konsensus terhadap perselisihan lingkungan di Aceh. Riset ini mendapat dukungan dana dari Toyota Foundation Jepang.

Riset ini dipimpin langsung oleh Direktur ICAIOS, Dr. Saiful Mahdi, M.Sc, dan Dr. Arskal Salim, peneliti dan staf pengajar di University of Western Sydney, Australia dengan melibatkan peneliti-peneliti di Aceh seperti Sehat Ihsan Sadiqin dan Muhajir Al Fairusy dari UIN Ar-Raniry, Rizanna Rosemary dari Unsyiah, serta Shaummil Hadi, Dara Aldila, Zakiyah, dan M. Nizar dari Aceh Climate Change Studies (ACCeS).

ACCeS adalah kelompok peneliti lingkungan yang menampung alumni pelatihan riset tentang Perubahan Iklim dan Kemiskinan yang dialakukan ICAIOS bersama Ford Foundation dan UNDP Unit Lingkungan pada tahun 2009-2010.

- See more at: http://atjehpost.co/articles/read/13437/ICAIOS-Riset-Kasus-Perselisihan-Lingkungan-di-Aceh#sthash.gyy8PbMR.dpuf

PUSAT Kajian Internasional tentang Aceh dan Kawasan Seputar Lautan India, atau yang lebih dikenal dengan nama International Centre for Aceh and Indian Ocean Studies (ICAIOS), telah melakukan riset berjudul usaha mencari konsensus terhadap perselisihan lingkungan di Aceh. Riset ini mendapat dukungan dana dari Toyota Foundation Jepang.

Riset ini dipimpin langsung oleh Direktur ICAIOS, Dr. Saiful Mahdi, M.Sc, dan Dr. Arskal Salim, peneliti dan staf pengajar di University of Western Sydney, Australia dengan melibatkan peneliti-peneliti di Aceh seperti Sehat Ihsan Sadiqin dan Muhajir Al Fairusy dari UIN Ar-Raniry, Rizanna Rosemary dari Unsyiah, serta Shaummil Hadi, Dara Aldila, Zakiyah, dan M. Nizar dari Aceh Climate Change Studies (ACCeS).

ACCeS adalah kelompok peneliti lingkungan yang menampung alumni pelatihan riset tentang Perubahan Iklim dan Kemiskinan yang dialakukan ICAIOS bersama Ford Foundation dan UNDP Unit Lingkungan pada tahun 2009-2010.

- See more at: http://atjehpost.co/articles/read/13437/ICAIOS-Riset-Kasus-Perselisihan-Lingkungan-di-Aceh#sthash.gyy8PbMR.dpuf

PUSAT Kajian Internasional tentang Aceh dan Kawasan Seputar Lautan India, atau yang lebih dikenal dengan nama International Centre for Aceh and Indian Ocean Studies (ICAIOS), telah melakukan riset berjudul usaha mencari konsensus terhadap perselisihan lingkungan di Aceh. Riset ini mendapat dukungan dana dari Toyota Foundation Jepang.

Riset ini dipimpin langsung oleh Direktur ICAIOS, Dr. Saiful Mahdi, M.Sc, dan Dr. Arskal Salim, peneliti dan staf pengajar di University of Western Sydney, Australia dengan melibatkan peneliti-peneliti di Aceh seperti Sehat Ihsan Sadiqin dan Muhajir Al Fairusy dari UIN Ar-Raniry, Rizanna Rosemary dari Unsyiah, serta Shaummil Hadi, Dara Aldila, Zakiyah, dan M. Nizar dari Aceh Climate Change Studies (ACCeS).

ACCeS adalah kelompok peneliti lingkungan yang menampung alumni pelatihan riset tentang Perubahan Iklim dan Kemiskinan yang dialakukan ICAIOS bersama Ford Foundation dan UNDP Unit Lingkungan pada tahun 2009-2010.

- See more at: http://atjehpost.co/articles/read/13437/ICAIOS-Riset-Kasus-Perselisihan-Lingkungan-di-Aceh#sthash.gyy8PbMR.dpuf

PUSAT Kajian Internasional tentang Aceh dan Kawasan Seputar Lautan India, atau yang lebih dikenal dengan nama International Centre for Aceh and Indian Ocean Studies (ICAIOS), telah melakukan riset berjudul usaha mencari konsensus terhadap perselisihan lingkungan di Aceh. Riset ini mendapat dukungan dana dari Toyota Foundation Jepang.

Riset ini dipimpin langsung oleh Direktur ICAIOS, Dr. Saiful Mahdi, M.Sc, dan Dr. Arskal Salim, peneliti dan staf pengajar di University of Western Sydney, Australia dengan melibatkan peneliti-peneliti di Aceh seperti Sehat Ihsan Sadiqin dan Muhajir Al Fairusy dari UIN Ar-Raniry, Rizanna Rosemary dari Unsyiah, serta Shaummil Hadi, Dara Aldila, Zakiyah, dan M. Nizar dari Aceh Climate Change Studies (ACCeS).

ACCeS adalah kelompok peneliti lingkungan yang menampung alumni pelatihan riset tentang Perubahan Iklim dan Kemiskinan yang dialakukan ICAIOS bersama Ford Foundation dan UNDP Unit Lingkungan pada tahun 2009-2010.

- See more at: http://atjehpost.co/articles/read/13437/ICAIOS-Riset-Kasus-Perselisihan-Lingkungan-di-Aceh#sthash.gyy8PbMR.dpuf
Last Updated on Friday, 24 October 2014 11:52
 

ICAIOS Rampungkan Riset Konsensus Lingkungan

E-mail Print PDF

Ferdian Majni | Kamis, 23 Oktober 2014

AV-Banda Aceh: Pusat kajian International Centre for Aceh and Indian Ocean Studies (ICAIOS) melakukan riset konsensus terhadap perselisihan lingkungan di Aceh. Penelitian dan pengumpulan data berlangsung di lima kabupaten seperti Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Barat, Aceh Utara dan Bener Meriah, Kamis (23/10).

Riset ini dipimpin langsung oleh Direktur ICAIOS DR. Saiful Mahdi dan DR. Arskal Salim, peneliti dan staf pengajar di University of Western Sydney Australia.

Menurut Saiful Mahdi, faktor tercapainya konsensus dari sebuah konflik lingkungan adalah pertemuan pemerintah dan peran masyarakat sipil. Kasus konflik antara PT. Lafarge dengan masyarakat Lhoknga-Leupung menunjukkan pentingnya kehadiran pemimpin karena dapat menjadi penengah dan diterima kedua pihak yang bersengketa. [Read More][Cached]

Last Updated on Friday, 24 October 2014 11:51
 

ICAIOS Temukan Delapan Sengketa Lingkungan yang Diselesaikan

E-mail Print PDF

Tommy | Kamis, 23 Oktober 2014 18:43 WIB

BANDA ACEH – Hasil penelitian International Centre for Aceh and Indian Ocean Studies (ICAIOS) menemukan delapan sengketa lingkungan yang terdapat konsensus atau kesepakatan kedua belah pihak, sehingga tidak menempuh jalur hukum.

Direktur ICAIOS, Saiful Mahdi menyebutkan dari beberapa sengketa lingkungan terdapat delapan konflik lingkungan lima Kabupaten di Aceh yang meliputi Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Timur, Aceh Barat dan Bener Meriah dapat diselesaikan.

“Misalnya perselisihan nelayan dengan nelayan di Peukan Bada, Aceh Besar dan di Aceh Barat,” katanya pada konferensi pers, Kamis (23/10) di Banda Aceh.

Selain itu, lanjut Saiful perselisihan antara PT.Lafarge dengan masyarakat di Lhoknga, Aceh Besar juga telah dapat diselesaikan.

“Peselisihan ini sudah ada konsensus dimana pihak perusahaan bersedia membayar sejumlah dana untuk masyarakat Lhoknga Leupung sebesar Rp 2 Milliar pertahun yang dana tersebut dikelola oleh masyarakat setempat,” ujarnya. [Read More][Cached]

Last Updated on Friday, 24 October 2014 11:23
 
  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  Next 
  •  End 
  • »


Page 1 of 4

Official ICAIOS V Website

icaiosv


Government of Aceh


Syiah Kuala University


Ar-Raniry Islamic Institute

malikussaleh
Malikussaleh University

New Books:

addpa

cover buku convert

front-the-ground-up-web