Serial Diskusi Islam Warna-Warni Kupas Jejak Syiah Di Aceh

iww-syiah-di-acehSerial Diskusi Islam Warna-Warni Kupas Jejak Syiah Di Aceh


Rizanna Rosemary | Kamis, 31 Januari 2013
PERBEDAAN pandangan dan pemikiran antar berbagai kelompok/organisasi Islam di Aceh terkadang menciptakan disharmonisasi satu dengan lainnya. Keengganan dalam menerima persamaan yang ada, sebaliknya keinginan untuk selalu mencari perbedaan dalam pemikiran dan praktek beragama kelompok-kelompok Islam, telah menjustifikasi munculnya hujatan hingga peng-kafiran atas keberadaan kelompok Islam tertentu di Aceh, seperti kelompok Syiah. 
Meskipun Aceh secara mayoritas beraliran Sunni, fakta historis menunjukkan bahwa komunitas Syiah juga eksis sejak beberapa abad yang lalu. Fenomena ini dibahas dalam Serial Diskusi Islam Warna-Warni (IWW), di Gedung Pasca Sarjana IAIN Ar-Raniry pada hari Rabu sore (30/1). [Read More] [Cached]

Nanti Sore, Ada Diskusi Bersama Ethnomusikolog Iwan Dzulvan Amir di ICAIOS

nantisore-atjehpostNanti Sore, Ada Diskusi Bersama Ethnomusikolog Iwan Dzulvan Amir di ICAIOS

Rilis | 07 November 2012
Melanjutkan salah satu misi program Pusat Kajian dan Pengembangan Seni (Pusat Seni) Unsyiah, yakni: "Aceh: Preparing the Local for Global Appreciation," Pusat Seni Unsyiah sebagai bagian dari Peer Group Bidang Pelestarian dan Pengembangan Kebudayaan dan Kesenian Aceh-Forum Peneliti Aceh (FPA) mengadakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema mempersiapkan kebudayaan lokal untuk diapresiasi secara global.
Acara digelar hari ini, Rabu 7 November 2012, pukul 17.00 hingga 18.00 WIB. Tempatnya di ruang seminar ICAIOS, Komplek Gedung PPISB, sebelah Wisma Unsyiah, Darussalam.
Hadir dalam acara tersebut Ethnomusikolog, Iwan Dzulvan Amir, M.Phil, B.A. Hons., Ph.D. Ia alumni School of Music Conservatorium, Faculty of Arts, Monash University. [Read More] [Cached]

Aceh Institute Bahas Tragedi Rohingya

ai-tragedi-rohingya

Aceh Institute Bahas Tragedi Rohingya 

Kamis, 9 Agustus 2012 09:09 WIB
BANDA ACEH - The Aceh Institute bersama International Centre for Aceh and Indian Ocean (ICAIOS), dan Jaringan Masyarakat Sipil untuk Perdamaian (JMSP), Rabu (8/8) menggelar diskusi tragedi Rohingya di Lingka Kupi Aceh Institute, Darussalam. Acara yang dirangkai buka puasa bersama itu menampilkan dua narasumber yaitu Kamaruzzaman Bustamam Ahmad PhD dari Universitas Malaya, Malaysia dan Nasir Nurdin, Waredpel Harian Serambi Indonesia. Sedangkan Muhammad Syuib Hamid sebagai moderator diskusi.
Menurut Kamaruzzaman, kasus pembantaian etnis Rohingya bukanlah persoalan agama antara Islam dan Budha, namun konflik itu telah muncul sejak lama, khususnya ketika rezim Thein Sein mencabut kewarganegaraan orang-orang Rohingya.
“Perlu kehati-hatian merespons kasus ini agar tidak meluas menjadi konflik yang lebih besar. Saat ini telah terbentuk aliansi secara global terkait dengan upaya menyelesaikan kasus Rohignya,” kata Kamaruzzaman. [Read More] [Cached]

Diskusi Budaya Hadirkan Iwan Dzulham Amir

diskusibudaya-atjehpostDiskusi Budaya Hadirkan Iwan Dzulham Amir

Etty Rismanita | 07 November 2012
BANDA ACEH - Diskusi kebudayaan yang digelar oleh Pusat Seni Unsyiah di ruang seminar ICALOS, Darussalam, Kota Banda Aceh, Rabu 7 November, turut menghadirkan oleh Iwan Dzulham Amir, Ethnomusikolog yang juga alumni School of Music Conservatorium Faculty of Arts, Monash University.
"Aceh sudah cukup dibawah radar mata dunia, yang dikenal dengan konflik dan bencana," ujar Iwan Dzulham Amir dalam diskusi tersebut. Dia juga menyarankan budaya Aceh itu lebih diperkenalkan melalui internet dan media massa.
Diskusi itu juga mengangkat tentang stakeholders bidang kebudayaan dan seni di Aceh. Selain itu, juga membahas strategi-strategi yang perlu diperlukan untuk mengapresikan budaya. [Read More] [Cached]


Bukan Aceh Aja Lho, Inggris pun Punya Mahkamah Syari’ah

bukan-aceh-aja-loh

Bukan Aceh Aja Lho, Inggris pun Punya Mahkamah Syari’ah 

Rabu, 18 Juli 2012 23:54 WIB
Banda Aceh - Mungkin selama ini banyak orang Aceh beranggapan bahwa Mahkamah Syariah hanya ada di Aceh atau di negara-negara Islam semata. Ternyata tidak demikian. Inggris sebagai negara mayoritas non-Muslim juga memiliki Mahkamah Syari’ah sejak 1982.
Hal itu dikemukakan oleh Profesor Sociocultural Anthropology di Washington University Amerika Serikat, John Bowen. Dalam serial kuliah tamu yang diadakan International Centre for Aceh and Indian Ocean Studies (ICAIOS) di Banda Aceh, Rabu (18/7), Bowen menambahkan, istilah Mahkamah Syariah di Inggris dikenal dengan sebutan Shariah Council. Keberadaan lembaga ini merupakan bentuk penerimaan Muslim di tengah-tengah mayoritas non-muslim. Apalagi faktanya, kelompok anti-Islam di Inggris tergolong minim dan sifatnya cenderung politis. [Read More] [Cached]

Call for Article
ICAIOS welcomes scholars and researchers to publish scientific or popular articles. See the article guideline HERE

Want to get more involved with ICAIOS activities?
If yes, complete the form here

Also check our latest Public Discussion and Guest Lecture Series videos
Subscribe us on Youtube  

 

 

 

iconKM2

Links

logoGlobedlogo eossmeruccis logo newIDRPerakSmall logo1