Kelompok Etnik Bersenjata Karen Belajar Perdamaian di Aceh

Portalsatu.com - 15 February 2016 21:15 

BANDA ACEH – Tiga kelompok etnik bersenjata (Ethnic Armed Organizations- EAOs) Myanmar bertemu dengan beberapa tokoh dan organisasi di Aceh sejak Minggu, 14 Februari 2016. Rangkaian kegiatan kelompok etnik bersenjata Myanmar ini di Aceh dijadwalkan berlangsung selama sepekan.

Kelompok yang berasal dari etnik Karen ini adalah kelompok bersenjata yang sudah menandatangani perjanjian gencatan senjata nasional (National Ceasefire Agreement, NCA) Myanmar. Mereka terdiri dari Karen National Union/Karen National Liberation Army (KNU/KNLA), Democratic Karen Benevolent Army (DKBA), dan Karen National Union/Karen National Liberation Army Peace Council (KNU/KNLA PC). Misi kunjungan kelompok Karen adalah untuk belajar, memahami tentang proses perdamaian, pencapaian selama ini dan tantangan yang dihadapi bagi perdamaian yang berkelanjutan.

Di samping itu kelompok ini juga belajar pada pengalaman Aceh tentang tahapan- tahapan dalam transisi dan transformasi dari pejuang kemerdekaan yang kemudian menjabat posisi penting di pemerintahan.

Read more: Kelompok Etnik Bersenjata Karen Belajar Perdamaian di Aceh

Myanmar Rebel Group Learns from Aceh’s Success in Maintaining Peace

Bener News | Nurdin Hasan | 19 February 2016

KARENA group of 15 Karen rebels from Myanmar spent a week in Indonesia’s westernmost province of Aceh to learn how the region maintains peace after gaining it a decade ago.

During their stay, from Feb. 14 – 20, the group met with academics, government officials, former members of the separatist Free Aceh Movement (GAM), activists and journalists.

“The success of the peace in Aceh is a role model for our region, with a few adjustments, of course. For example, the establishment of a local political party is really interesting and maybe can be discussed” back home, delegation leader Isaac Po told BenarNews.

The 15 represented three subgroups – Karen National Union/Karen National Liberation Army (KNU/KNLA), Democratic Karen Benevolent Army (DKBA), and Karen National Union/Karen National Liberation Army Peace Council (KNU/KNLA PC).

Read more: Myanmar Rebel Group Learns from Aceh’s Success in Maintaining Peace

PDS Report: Perhatian Pemerintah Aceh Terhadap Kesenian Lokal Perlu Ditingkatkan

ARI: PERHATIAN PEMERINTAH ACEH TERHADAP KESENIAN LOKAL PERLU DITINGKATKAN
Reported by: Anton Widyanto

 

AriPalawiInternational Centre for Aceh and Indian Ocean Studies (ICAIOS) kembali menggelar diskusi publik (Public Discussion Series) yang mengangkat tema Art and Music of Aceh: From Local to Global (Kesenian dan Musik Aceh: Dari Lokal menuju Global) Jumat (19/2/2016). Hadir sebagai pembicara, Ari Palawi, Dosen Sendratasik FKIP Kesenian Universitas Syiah Kuala Banda Aceh.

Dalam paparannya, pegiat seni musik klasik jebolan Institut Seni Yogyakarta dan University of Hawai’i at Manoa (UHM), USA, ini menjelaskan perlunya perhatian komponen-komponen di kalangan Pemerintah Aceh terhadap pengembangan kesenian Aceh. Beberapa program yang sudah dilakukan untuk memperkenalkan kesenian Aceh kepada dunia internasional sudah dilakukan, mulai dari Muhibbah Seni maupun penyelenggaraan International Conference and Cultural Event of Aceh (ICCE).

“Kesenian Aceh sejauh ini alhamdulillah sudah dikenal oleh pihak internasional bahkan sangat dihargai dan mendapatkan banyak perhatian”, ulas Ari.

Read more: PDS Report: Perhatian Pemerintah Aceh Terhadap Kesenian Lokal Perlu Ditingkatkan

Island in Focus: Myanmar Armed Groups Visit Aceh

The Jakarta Post, Banda Aceh | Archipelago | Thu, February 18 2016, 9:11 AM
Representatives of three armed ethnic organizations from Myanmar are visiting Aceh to learn about peace building in the formerly conflict-affected area. The groups, the Karen National Union (KNU), the Democratic Karen Benevolent Army (DKBA) and the Karen National Union Peace Council (KNU PC), were represented by 15 officials who met with Aceh Wali Nanggroe traditional leader Malik Mahmud Al-Haytar on Tuesday in Banda Aceh. The Karen delegation, led by Gen. Isaac Po, were accompanied by staff from the Center for Peace and Conflict Studies and the International Center for Aceh and Indian Ocean Studies (ICAIOS).
During the meeting, Malik told his guests about the importance of dialogue to solve prolonged armed conflict in Indonesia’s westernmost province. “If you conduct dialogue, you will get support from your people as well as international support,” Malik said as quoted by Antara news agency. Besides meeting with Malik, the groups were set to discuss peace building with Aceh Governor Zaini Abdullah, Banda Aceh Mayor Illiza Sa’aduddin Jamal, former combatants of the Aceh Free Movement, members of Aceh’s local political parties, academics and local NGOs. [Source]
 

Kelompok Besenjata Myanmar Pelajari Perdamaian Aceh

Serambi Indonesia | Selasa, 16 Februari 2016

kunjungan para delegasi myanmar tersebut d 20160216 092627BANDA ACEH - Tiga kelompok etnik bersenjata api (senpi) dari Myanmar beraudiensi dengan Wali Nanggroe, Tgk Malik Mahmud Alhaythar di Gedung Majelis Adat Aceh (MAA) di Kompleks Keistimewaan Aceh, Senin (15/2). Dalam pertemuan singkat itu, para delegasi berjumlah 17 orang itu bertanya seputar perdamaian Aceh yang telah terwujud sejak 15 Agustus 2005.

Ketiga kelompok bersenjata yang hadir kemarin merupakan kelompok bersenjata yang telah menandatangani perjanjian genjatan senjata nasional (National Ceasefire Agreement) dengan Pemerintah Myanmar. Ketiga kelompok itu adalah, Karen National Union/Karen National Liberation Army (KNU/KNLA), Democratic Karen Benevolent Army (DKBA), dan Karen National Union/Karen National Liberation Army Peace Council (KNU/KNLA PC).

Kunjungan kemarin, para delegasi didampingi staf dari Center for Peace and Conflict Studies dan bekerjasama dengan lembaga riset International Center for Aceh and Indian Ocean Studies (ICAIOS). Program Assistant ICAIOS, Fahmi Yunus mengatakan, misi kunjungan kelompok Karen tersebut guna mempelajari tentang proses perdamaian yang telah terwujud di Aceh.

Read more: Kelompok Besenjata Myanmar Pelajari Perdamaian Aceh

Call for Article
ICAIOS welcomes scholars and researchers to publish scientific or popular articles. See the article guideline HERE

Want to get more involved with ICAIOS activities?
If yes, complete the form here

Also check our latest Public Discussion and Guest Lecture Series videos
Subscribe us on Youtube  

 

iconKM2

Links

logoGlobedlogo eossmeruccis logo newIDRPerakSmall logo1