Siswa di Aceh Dilatih Cara Bikin Game Online

acmg1BANDA ACEH - Puluhan siswa di Aceh dilatih membuat game online agar mereka handal dalam menjajaki industri online dan mobile gaming yang kini sangat menjanjikan. Peserta juga diajari cara mendirikan industri itu dan meraup pendapatannya.
Pelatihan digelar International Center for Aceh and Indian Ocean Studies (ICAIOS) selama empat hari hingga 15 April nanti di Aula Arun Family Club, Kota Lhokseumawe.
Rizanna Rosemary, Asisten Program ICAIOS mengatakan, kegiatan bertajuk 'Aceh Cloud and Mobile Gaming 2014' ini, untuk melatih peserta agar mampu bersaing dalam bidang teknologi game mobile dan online.
"Materi pelatihan diisi oleh pakar game dan para praktisi industri gaming Indonesia, yang berasal dari Binus International University," katanya dalam siaran pers diterima Okezone, Minggu (13/4/2014).
Peserta diberikan materi yang menarik untuk menciptakan kreatifitas dan ide-ide baru, seperti tata cara merancang sebuah game, kemudian bagaimana membuat dan mengeksport game berbasis construct 2 ke platfom windows 8, Android dan Ios. [Read more]

MIT Gelar Pelatihan Merancang Games dan Wirausaha

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Komunitas Masyarakat Informasi dan Teknologi (MIT) yang berbasis di Banda Aceh menggelar pelatihan membuat game dan wirausaha bidang industri game. Pelatihan bernama Cloud & Mobile Gaming Bootcamp 2014 ini diadakan pada 17-20 April 2014 mendatang bertempat di Aula Balai Kota Banda Aceh.
Direktur MIT, Teuku Farhan, Selasa (8/4/2014) mengatakan, 25 Peserta akan dipilih untuk mengikuti pelatihan ini, gratis tanpa dipungut biaya apapun. Peserta merupakan tim yang terdiri dari dua orang, dan setiap tim membuat satu game. Pada akhir pelatihan nanti, katanya, akan ada 25 game yang siap dimainkan di ponsel pintar berbasis Android. Teuku Farhan mengatakan, pelatihan ini bertujuan untuk mendorong generasi muda yang memiliki bakat dalam bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) agar dapat menyalurkannya untuk hal-hal positif dan produktif,lebih khusus lagi dalam bidang desain grafis dan programming. Berita selengkapnya [Read more]

Komunitas Peduli Darussalam Bersihkan & Hijaukan Lapangan Tugu

gogreen-theglobeKomunitas Peduli Darussalam Bersihkan & Hijaukan Lapangan Tugu

Senin, 28 Januari 2013 03:26 WIB
Banda Aceh - International Centre for Aceh and Indian Ocean Studies (ICAIOS) kembali gelar “Go Clean dan Go Green” berkolaborasi dengan Komunitas Peduli Darussalam (KPD) dan Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) Minggu pagi (27/1). Selama 1 jam (08.00-09.00) bertempat dilapangan Tugu Darussalam, sebanyak 40 orang dari ketiga organisasi dan komunitas masyarakat tersebut secara bersama-sama berbaris dan mengutip sampah yang dijumpai dan dilalui sepanjang jalan.

Aksi sosial berjamaah kali keempat ini tambah semarak dengan kehadiran anggota keluarga para peserta, termasuk anak-anak kecil yang dengan antusias turut memungut sampah dan memasukkannya dalam plastik berwarna merah.  Hadir pula dalam kegiatan tersebut para dosen, yakni Dr. Nazamuddin (FE Unsyiah) dan dua guru besar, Prof. Dr. Darwis A. Soelaiman, MA (Unsyiah) dan Prof. Yusni Saby (IAIN Ar-Raniry) yang telah mendukung sejak awal kegiatan yang diinisiasi ICAIOS ini. [Read More] [Cached]


Aceh Memiliki Peran Penting Dalam Islamisasi Wilayahnya

aceh-miliki-peran-islamisasiAceh memiliki peran penting dalam Islamisasi wilayahnya

Istanbul - Mehmet Özay mengulas 3 Buku ICAIOS tentang Aceh. Masing-masing karya-karya ini, yang dengan sendirinya layak untuk dipertimbangkan bersama-sama, Özay lebih memilih untuk menawarkan perspektif yang luas. Buku-buku yang diulas yaitu; “From the Ground Up: Perspectives on Post-Tsunami and Post-Conflict Aceh”. (R. Michael Feener & Patrick Daly & Anthony Reid, Leiden: KITLV Press) diterbitkan pada tahun 2010, kemudian diterjemahkan menjadi "Memetakan Masa Lalu Aceh,"(Pustaka Larasan: Bali) mencapai pembaca di tahun 2011. Geografi, seismologi dan makalah konferensi yang berhubungan dengan dengan isu-isu lingkungan pada tahun 2012, Patrick Daly, R. Michael Feener, diedit oleh Anthony Reid, Tentu saja, pertama kampus perguruan tinggi di Aceh, mulai dari pembentukan masyarakat madani, tokoh masyarakat-di antaranya adalah unsur pendidikan Islam tradisional terstruktur Dayah / pesantren lokal (Aceh), dan Pusat (Jakarta) anggota parlemen dan sebagainya. Selanjutnya adalah buku yang berjudul "Local Democracy In Post-Conflict Society: The Case of Aceh Selatan, Indonesia." (Saiful Mahdi & M. Riza Nurdin, Pustaka Larasan: Bali) yang diterbitkan pada tahun 2013. Studi ini merupakan produk dari lembaga-lembaga yang berkerjasama yaitu ICAIOS dan Aceh Institute, yang merupakan lembaga think tank penting di Aceh. "ICAIOS Books Reviewed" (in Turkish)

ICAIOS Fasilitasi Diskusi Pengembangan Taman Putroe Phang

fasilitasi-putroe-phangICAIOS Fasilitasi Diskusi Pengembangan Taman Putroe Phang


Banda Aceh – International Centre For Aceh and Indian Ocean Studies (ICAIOS) mengadakan diskusi tentang Pengembangan Taman Putroe Phang, diskusi tersebut dihadiri oleh sejumlah stakeholder. Diskusi berlangsung selama dua jam itu diadakan di ruang seminar ICAIOS pada Jum,at (01/02/2013).
Dalam pemaparan awal tentang konsep pengembangan Taman Putroe Phang, Ibrahim Roche warga Irlandia yang akan melakukan riset tentang Dayah di Aceh mengatakan ini bahwa Taman Putroe Phang satu dari sekian banyak identitas sejarah Aceh yang masih tinggal yang didasari pada nilai cinta seorang raja kepada permaisurinya, ini semisal Taj Mahal di India. Untuk itu sebisa mungkin setiap pihak mempunyai ketertarikan bagi pengembangan Taman Putroe Phang demi menjaga sejarah Aceh yang masih ada. [Read More] [Cached]

Call for Article
ICAIOS welcomes scholars and researchers to publish scientific or popular articles. See the article guideline HERE

Want to get more involved with ICAIOS activities?
If yes, complete the form here

Also check our latest Public Discussion and Guest Lecture Series videos
Subscribe us on Youtube  

 

 

 

Popular Article

Vitamin C untuk Penggemar MedSos
by : Rizanna Rosemary
buIjan edit


Habaib in Southeast Asia: A Review
by : Nia Deliana
nia


 Apa Salah si Kambing Hitam
by : Adri Syakir
fotoAdri


 

 

 

 

 

iconKM2

Links

logoGlobedlogo eossmeruccis logo newIDRPerakSmall logo1