Akhir Pekan, Menikmati Kota Tua Banda Aceh

Jakarta - Akhir pekan di Banda Aceh bisa dihabiskan dengan melakukan banyak hal. Salah satunya adalah berwisata ke kawasan kota tua Banda Aceh.
Menikmati akhir pekan, puluhan mahasiswa dari berbagai kampus dan anggota komunikasi mengunjungi kota tua Banda Aceh. Mereka berjalan kaki untuk melongok situs-situs sejarah peninggalan masa kerajaan, masa Belanda hingga sekarang ini.
Kegiatan Wet-wet Koetaraja yang dikemas dengan tema "menelisik kisah kota tua Banda Aceh" dimulai dari Taman Sari, Kota Banda Aceh, Sabtu
(9/9/2017).

Akhir Pekan, Menikmati Kota Tua Banda AcehPara mahasiswa yang asyik jalan-jalan dan piknik (Agus/detikTravel)

Read more: Akhir Pekan, Menikmati Kota Tua Banda Aceh

Asyiknya Minum Nipah di Gampong Pande

Asyiknya Minum Nipah di Gampong Pande
Warga memetik nipah untuk diolah menjadi minuman. Foto direkam Minggu, (06/08/2017). 


BANDA ACEH – Pada beberapa tempat lain pohon nipah hanya menjadi tumbuhan yang menjadi penghuni rawa-rawa, tanpa memberi banyak manfaat. Tapi di Gampong Pande, buah dari pohon nipah diolah menjadi aneka minuman.

Gampong Pande, yang berada Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh selama ini memang dikenal dengan peninggalan sejarahnya.
Namun dibalik itu mereka juga memiliki kreativitas dan kemampuan menjadikan buah nipah digemari orang.
Pada Minggu (6/8/2017), Urbanisme Warga, ICAIOS dan Warga Gampong Pande menggelar Festival Minuman Nipah yang bertempat di desa tersebut.
Gampong Pande yang merupakan desa pesisir yang dikenal sebagai titik nol Kota Banda Aceh, memiliki banyak potensi alam buah nipah yang tumbuh mengelilingi desa itu.
Sehingga melalui Festival minuman nipah mereka menggelar lomba kreasi minuman nipah.

Read more: Asyiknya Minum Nipah di Gampong Pande

ETNIK BERSENJATA MYANMAR KUNJUNGI PARTAI ACEH | KOMPAS NEWS ACEH 16/02/2016

 

DIALOG KELOMPOK BERSENJATA MYANMAR DENGAN EKS KOMBATAN GAM | KOMPAS NEWS ACEH 17/02/2016

 

Kelompok Bersenjata Myanmar Pelajari Perdamaian Aceh

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Subur Dani | Feb 16, 2016, 22:57 WIB

TRIBUNNEWS.COM, BANDA ACEH - Tiga kelompok etnik bersenjata api (senpi) dari Myanmar mengunjungi Aceh, sejak Senin (15/12/2016). Kedatangan mereka guna mempelajari proses perdamaian yang telah terwujud di Aceh, setelah konflik berkecamuk puluhan tahun lamanya.  

Ketiga kelompok bersenjata itu merupakan kelompok bersenjata yang telah menandatangani perjanjian genjatan senjata nasional (National Ceasefire Agreement) dengan PemerintahMyanmar.

Ketiganya adalah, Karen National Union/Karen National Liberation Army (KNU/KNLA), Democratic Karen Benevolent Army (DKBA), dan Karen National Union/Karen National Liberation Army Peace Council (KNU/KNLA PC).

Read more: Kelompok Bersenjata Myanmar Pelajari Perdamaian Aceh

 banner 001

 

Call for Article
ICAIOS welcomes scholars and researchers to publish scientific or popular articles. See the article guideline HERE

Want to get more involved with ICAIOS activities?
If yes, complete the form here

Also check our latest Public Discussion and Guest Lecture Series videos
Subscribe us on Youtube  

 

 

 

 

Popular Article

"Cadarisme" dalam Islam Wasatiyyah
by : Nisa Khairuni
nisaa


Vitamin C untuk Penggemar MedSos
by : Rizanna Rosemary
buIjan edit


Habaib in Southeast Asia: A Review
by : Nia Deliana
nia


 

 

 

 

 

iconKM2

Links

logoGlobedlogo eossmeruccis logo newIDRPerakSmall logo1