Public Discussion Series
Gampong Paling Rindang dan Gampong
Paling Gersang @Banda Aceh
Speaker:

Sylvia Agustina

Pengajar di Jurusan Arsitektur dan Perencanaat FT Unsyiah
Relawan Kegiatan keberlanjutan Kota
Kandidat doktor Ekologi Perkotaan (National University of Singapore)

Jum'at, 11 November 2016 | 16.30 - 18.00 WIB | Ruang Seminar ICAIOS
 
About PDS:
Jika anda warga Banda Aceh, apakah lingkungan tempat anda tinggal dan beraktifitas termasuk rindang dan memiliki ruang terbuka yang cukup? Ataukah di lingkungan anda anak-anak tak lagi punya tempat bermain? Udara panas karena gersang dan polusi mengepung? Jika demikian mungkin lingkungan anda termasuk yang belum terangkul atau justru terlupakan dalam retorika kebijakan penghijauan kota! Bagaimana sebenarnya proporsi kontribusi pemerintah dan masyarakat dalam pemenuhan target ruang terbuka hijau (RTH) dan non hijau serta dalam upaya penciptaan lingkungan kota yang lebih berkualitas? Apakah penghijauan akan mendapat tempat di Banda Aceh masa depan ketika data menunjukkan banyak warga beranggapan bahwa lingkungan alami tempatnya BUKAN di dalam kota serta beranggapan bahwa Krueng Aceh adalah sebuah selokan besar?


Kebijakan penambahan ruang terbuka hijau (RTH) dan non hijau di Banda Aceh perlu diarahkan bukan hanya mengejar target luas semata tetapi juga mempertimbangkan keragaman, distribusi dan aspek sosial budaya.

Dalam diskusi ini akan dipaparkan hasil analisis spasial terkait kebijakan penghijauan kota khususnya tentang ragam dan jumlah RTH dan kanopi tanaman di 90 gampong di Banda Aceh. Akan dibahas juga peran ruang terbuka hijau dan non hijau sebagai pembentuk lingkungan alami perkotaan serta sebagai modal sosial warga.