


Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Prov. Aceh (BAPPEDA Aceh)
International Centre for Aceh and Indian Ocean Studies (ICAIOS)
Forum Peneliti Aceh (FPA)
Young Scholar Discussion Seri I
Mikrozonanisasi Sismic di Provinsi Aceh, Sebuah Langkah Awal
Oleh Firdaus, S.T., M.Sc
Gempa adalah “sahabat” masyarakat Aceh. Kalimat tersebut barangkali agak tepat untuk mengambarkan bahwa masyarakat Aceh terbiasa hidup dengan ancaman-ancaman gempa yang hingga kini tidak dapat diprediksi. Bencana gempa tahun 2006 banyak memberikan pelajaran berharga bagi seluruh level masyarakat Aceh. Mereka kini lebih awas dan sigap terhadap ancaman gempa dan efek-efek buruk yang akan muncul setelahnya. Namun, pengalaman gempa 8.5 yang terakhir kali terjadi tahun ini, memberikan gambaran yang jelas bahwa ternyata pada satu sisi pemerintah belum sigap dalam upaya pengurangan bencana gempa, khususnya kota banda Aceh dalam hal peningkatan tata kota untuk mengurangi resiko bencana. Seluruh jalan di Kota banda Aceh padat dan nyaris tidak dapat dilalui roda dan empat karena masyarakat berdesak-desakan untuk menyelamatkan jiwa masing-masing. Tidak dapat dibayangkan jumlah korban jiwa yang akan hilang bila seandainya gempa trakhir 8.5 tersebut mengakibat gelombang Tsunami lagi, meskipun barangkali tidak akan sebanyak korban jiwa pada tahun 2006.
Salah satu upaya untuk mengurangi dampak bencana tersebut, diperlukan informasi mikrozonanisasi sismic. Dengan beragam metode dan sumber data, seperti informasi geomorfologi, geoteknik dan geologi, microzonanisasi sismic tersebut akan dapat memberikan informasi level resiko gempa di berbagai tempat di Aceh. Bagaimanakah microzanisasi sismic di Provinsi yang rawan gempa ini? untuk mengetahui lebih dalam Hadiri diskusi kedua Young Scholar Dicsussion Series I
“Mikrozonanisasi Sismic di Provinsi Aceh; Sebuah Langkah Awal”
di ruang Seminar Lantai II Kantor BAPPEDA Prov. Aceh
Hari Kamis, 24 Mei 2012 Pukul 14.00 s.d Selesai
Oleh Firdaus, S.T., M.Sc
Speaker’s Short Bio
Firdaus mendapatkan gelar Sarjana Tehnik (ST) dari Institute Teknologi Bandung (ITB) setelah menyelesaikan studi di Fakultas Teknik Sipil pada tahun 2005. Pada tahun 2011, putra kelahiran Bireun ini memperoleh gelar Master of Science (M.Sc) dari Universitas Weimar, Jerman, dengan menyelesaikan studi dalam bidang Natural Hazard and Risk in Structural Engineering (Bahaya dan Resiko Alamiah dalam Tehnik structural [?] ). Firdaus telah melalang buana dalam beberapa organisasi Badan PBB dan telah bekerja sebagai Supervisor pada beberapa Perusahan konsultan teknik. Semenjak tahun 2009 hingga saat ini, Firdaus bekerja sebagai Earthquake Engineering Specialist pada Yayasan Kemaslahatan Ummat.
