


Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Prov. Aceh (BAPPEDA Aceh)
International Centre for Aceh and Indian Ocean Studies (ICAIOS)
Forum Peneliti Aceh (FPA)
Diskusi Ilmiah Cendekia Muda Aceh Seri I
Teknik Pengeringan Cengkeh dengan Menggunakan Energi Efek Rumah Kaca dan Biomassa
“Upaya Peningkatan Produksi Hasil Pertanian di Aceh”
Secara keseluruhan Indonesia merupakan negara penghasil cengkeh peringkat pertama di dunia, di mana Aceh dikenal sebagai salah satu daerah penghasil cengkeh dengan kualitas terbaik di Negara ini. Namun demikian, kualitas cengkeh Indonesia belum mencapai peringkat nomor satu di dunia. Salah satu penyebabnya adalah teknologi penanganan pasca panen cengkeh pada tahap pengeringan yang masih menggunakan sistem penjemuran di bawah sinar matahari. Sistem ini mempunyai banyak kelemahan seperti menyebabkan kontaminasi, memungkinkan susut bobot yang besar, terganggu oleh cuaca, membutuhkan banyak tenaga kerja, membutuhkan waktu yang lama, dan lain sebagainya. Kelemahan-kelemahan ini dapat diatasi dengan mengaplikasikan sistem pengeringan buatan, namun harga alat yang relatif mahal menyebabkan para petani tidak mampu mengadopsi teknologi tersebut.
Melalui penelitian yang sangat intensif, Rita Khatir, Ph.D telah menemukan sebuah alat/metode pengeringan dengan menggunakan energi matahari dan biomassa. Biaya yang dikeluarkan dengan mengunakan metode/alat tersebut pun dijangkau oleh para petani cegkeh. Dengan demikian produksi dan kualitas hasil pertanian cengkeh dapat ditingkatkan. Bagaimanakah alat/metode tersebut? Bagaimana penerapannya? Bagaimana tingkat efektifitas, efesiensi dan kualitas produk yang dihasilkan dengan mengunakan alat/metode? Apakah metode tersebut dapat membantu petani Aceh untuk meningkatkan kualitas cengkeh dan bersaing secara global? Rita Khatir Ph.D akan mempresentasikan hasil temuanya pada
Hari : Kamis, 28 Juni 2012
Pukul : 14.00
Tempat: Ruang seminar BAPPEDA Prov. Aceh
Oleh Rita Khatir, Ph.D
Biography singkat Pembicara:
Rita Khatir adalah putri asli Banda Aceh yang telah menyelesaikan pendidikan Srata Satu pada Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala pada tahun 2002. Empat tahun kemudian, Dia melanjutkan studi Srata Dua pada program yang sama di Universitas Goetingen, Jerman dan menyelesaikanya pada tahun 2008. Pada tahun yang sama, dia melanjutkan studi-nya ke program Doktoral pada Universitas dengan kosentrasi yang sama. Dengan ketekunan yang luar biasa, Rita Khatir berhasil mendapatkan gelar Ph.D hanya kurun waktu waktu 3 tahun. Rita Khatir telah telah banyak mendapatkan pelatihan internasional dan juga kerap mengikuti diskusi dan konferensi internasional yang berhubungan dengan produksi hasil pertanian. Salah satu hasil pelatihan, penelitian, dan pertemuan ilmiah yang telah diikutinya adalah temuannya tentang alat/metode pengeringan cengkeh yang relative murah dan tercangkau oleh para petani. Saat ini, Rita Khatir tercatat sebagai salah satu Ph.D termuda di antara dosen Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala.
