Undangan Terbuka
Serial Diskusi Cendekia Muda ICAIOS-FPA
ICAIOS-FPA Young Scholar Discussion Series
International Centre for Aceh and Indian Ocean Studies (ICAIOS)
"Hegemoni dan Identitas Budaya Aceh: Sebuah Analisis Fungsi Strategis dan Budaya Syariat Aceh"
Pembicara:
Saifuddin Dhuhri (Mahasiswa S3 Faculty of Education Monash University Clayton, Melbourne-Australia / Dosen STAIN Malikussaleh Lhokseumawe)
Rabu, 15 May 2013, pukul 16.30-18.15
Di Ruang Seminar ICAIOS, Darussalam Banda Aceh
Abstrak:
Pemakalah akan membahas tiga hal penting. Pertama, Bagaimanakah pemahaman yag benar tetang identitas budaya Aceh? Dalam membahas poin pertama ini, akan dimulai dengan mendiskusikan kajian sebelumnya tentang identitas budaya Aceh. Dalam review ini, pemakalah menghadirkan beberapa pendapat termashur tentang identitas budaya Aceh, seperti pendapat Snouck, Edward Aspinall, Arskal Salim dan lain-lainnya. Dari analisa berbagai kesimpulan para ahli tentang budaya Aceh, pemateri menemukan bahwa kesimpulan mereka tersebut terbaca penuh kontradiksi dan saling bertentangan. Dalam meluruskan paradoksi tersebut, pemakalah beragumen bahwa semua itu terjadi karena kesimpulan tadi dibangun atas pemahaman essensialist tentang idetitas budaya. Untuk itu sangat diperlukan pemaknaan ulang tetang identitas budaya Aceh dengan pendekatan non-essentialist dan konstruktivisme.
Adapun hal kedua adalah, apakah identitas budaya Aceh sebenarnya? Dalam menjawab pertanyaan kedua ini, pemateri mencoba mendekatkan jawaban ini dengan teori Stuart Hall dan bagaimana identitas budaya Aceh dapat ditemukan yang mewakili makna strategis dan politik lokal. Untuk menjelaskan identitas budaya ini, pemateri mengunakan pendekatan sejarah perkembangan budaya Aceh. Islamisasi Aceh, dayah, struktur budaya dan peran seni Aceh akan dihadirkan sebagai bentuk identitas budaya Aceh sebenarnya.
Sedangkan hal yang penting terakhir adalah tentang fungsi Syariat Islam Aceh saat ini yang berubah menjadi instrumen hegemoni budaya. Di zaman kontemporer ini, Syariat Islam di Aceh mulai beralih fungsi dari fungsi budaya kepada fungsi hukum dalam makna sangat sempit. Demikian juga dari bersifat identitas dan strategis berubah menjadi fungsi hegemoni dan dominasi sistem budaya. Semua itu akan dihadirkan oleh pemateri sesuai dengan hasil dari data-data yang diperoleh melalui penelitian dan pembacaan literatur.
Short bio pembicara:
Saifuddin Dhuhri adalah dosen tetap di STAIN Malikussaleh Lhokseumawe. Beliau menyelesaikan pendidikan S1 bidang Aqidah dan Filsafat di Fakultas Ushuluddin Universitas Al Azhar Mesir. Kemudian gelar M.A diraihnya di Universitas Kurawiyien, Maroko, pada bidang yang sama. Saat ini beliau mahasiswa doktoral Fakultas Pendidikan di Universitas Monash, Australia, dengan penelitian berjudul Representations of Culture and Identity in Teachers Pedagogies: A Case Study of Art Education in Secondary State Schools in Aceh. Beliau dikenal sebagai peneliti dan penulis aktif termasuk di sejumlah media.
Diskusi ini terbuka untuk umum dan peserta tidak dikenakan biaya. Mengingat tempat yang terbatas, registrasi dianjurkan lewat info@acehresearch.org atau SMS ke
0823 652 555 00.
0823 652 555 00. Mohon menyebarkan informasi ini kepada yang berminat. Terima kasih.














