
International Centre for Aceh and Indian Ocean Studies
Jl. T. Nyak Arief, Darussalam, Banda Aceh, NAD, Indonesia
Tel. +62-(0)651-7552368, email info@acehresearch.org
Website www.acehresearch.org
Undangan Terbuka Kuliah Tamu ICAIOS
(ICAIOS Guest Lecture Series)
Dapatkah Islam Menjadi (bagian dari) Eropa?
Kamajemukan dan Pragmatisme di Negara Sekuler
Pembicara: Prof. John Bowen (Dunbar-Van Cleve Professor in Arts & Sciences, Sosiocultural Anthropology, Washington University in St. Louis)
Rabu, 18 Juli 2012; Pukul 16:15 s.d. 18:15
Di Ruang Seminar ICAIOS, Komplek Gedung PPISB Unsyiah, Darussalam, Banda Aceh
Berbicara tentang Islam, sebagian besar perhatian kita menuju Timur Tengah. Disamping karena Islam lahir di sana, juga karena mayoritas penduduk negara kawasan tersebut yang beragama Islam. Selain Timur Tengah, Asia menduduki posisi berikutnya, juga karena jumlah penduduknya yang signifikan yang menganut Islam. Sedangkan Eropa seringkali berada dalam “kasta kelas dua”. Berbicara Eropa, terutama bagi aktivis Islam, dianggap sebagai salah satu representasi “Barat” yang hegemoninya menekan Islam. Muslim di Eropa memang minoritas.
Ada lebih kurang sekitar 53 juta Muslim di Eropa, 16 juta diantaranya berdomisili di negara-negara Uni Eropa (Central Institute Islam Archive, 2007). Meskipun demikian, Islam dianggap sebagai agama yang paling berkembang di Eropa. Lalu, bagaimana sebenarnya perkembangan Islam di tengah-tengah dominasi “Barat”? Bagaimana interaksi Muslim dengan penduduk Eropa lainnya? Dapatkah Islam mewarnai Eropa? Dapatkah Islam menjadi (bagian) Eropa? Mengambil analogi dari salah satu judul buku Prof. Bowen Can Islam Be French? Pluralism and Pragmatism in a Secularist State. Princeton: Princeton University Press (2009), kuliah tamu dan diskusi ini diharapkan memberi informasi tentang perkembangan Islam di Eropah.
John Bowen adalah Dunbar-Van Cleve Professor di bidang Sosiocultural Anthropology di Washington University in St. Louis, Amerika Serikat. Pernah mengajar di IAIN Ar-Raniry pada tahun 1980. Pendidikan S3 nya diraih di University of Chicago dengan judul disertasi “The History and Structure of Gayo Society: Variation and Change in the Highlands of Aceh”. Fokus beliau antara lain studi perbandingan tentang Islam, agama dan ritual, politik dan pluralitas budaya, dan budaya legal reasoning dengan fokus wilayah mencakup Asia Tenggara (terutama Indonesia), Prancis, Inggris dan Eropa Barat. Beliau menulis sejumlah karya antara lain “Can Islam Be French? Pluralism and Pragmatism in a Secularist State” (Princeton University Press, 2009) dan “Religions in Practice: An Approach to the Anthropology of Religion” (Allyn & Bacon, 2008). Bukunya yang terbaru yaitu “A New Anthropology of Islam” (Cambridge University, 2012).
Diskusi ini terbuka untuk umum dan peserta tidak dikenakan biaya. Registrasi dianjurkan lewat info@acehresearch.org atau telp. (+62) 651-755-2368. Presentasi akan disampaikan dalam bahasa Inggris, namun ICAIOS menyediakan penterjemah bila dibutuhkan.














